Bisnis Bank Digital Makin Berkembang, Line Siap Ekspansi ke Indonesia

  • Bagikan
Bisnis Bank Digital Makin Berkembang, Line Siap Ekspansi ke Indonesia

Jakarta, Bacadaring.com – Tumbuhnya pasar perbankan digital di Tanah Air, memberi kesempatan kepada OTT global untuk mencoba peruntungan. Salah satu pemain yang berniat untuk masuk ke bisnis ini adalah Line, penyedia aplikasi perpesanan dari Jepang.

Divisi perbankan Line telah mengumumkan rencana untuk mendirikan bank digital di Indonesia pada akhir bulan ini, melanjutkan langkah sebelumnya di Thailand dan Taiwan. Langkah ekspansi ke pasar Indonesia sebagai upaya memperkuat Line yang menargetkan posisi terdepan di sektor keuangan digital Asia.

Dinukil dari Mobile World Live, layanan perbankan dari Line akan diluncurkan bekerja sama dengan divisi lokal Bank KEB Hana yang berbasis di Korea Selatan. Line Bank mengaktifkan saluran media sosial dan situs web khusus untuk layanan minggu ini, sebagai persiapan untuk pindah.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan menjelaskan bahwa mereka mulai berkolaborasi dengan bank Indonesia pada Oktober 2018 untuk memperluas jangkauan Line Bank dan memanfaatkan “pasar potensial yang besar” untuk layanan keuangan digital di negara ini, di mana dikatakan ada kekurangan pilihan perbankan.

Selain negara-negara Asia Tenggara, Line Bank juga menargetkan pasar dalam negeri, Jepang, dengan rencana untuk menggelar layanan berbasis smartphone pada akhir 2022.

Tak dapat dipungkiri, industri keuangan dan perbankan Indonesia saat ini marak dengan fenomena bank digital. Adanya bank digital membawa hal positif bagi perekonomian, terutama dalam efisiensi dan kemudahan masyarakat untuk bertransaksi. Beragam kemudahan bertransaksi tersebut, mendorong masyarakat berbelanja.

Bahkan saat ini masyarakat diuntungkan dengan adanya sistem pembayaran seperti OVO, GoPay, DANA, LinkAja dan sebagainya. Melalui sistem pembayaran digital, masyarakat terutama kaum milenial bisa berinvestasi dengan mudah.

Bank Indonesia (BI) juga mengatakan hal itu sejalan dengan digitalisasi sistem pembayaran, seiring meningkatnya preferensi dan akseptasi masyarakat terhadap teknologi digital. Tren itu turut mendorong pesatnya transaksi ekonomi digital dan digital banking ke depan.

Menurut data BI, seperti dilansir dari laman Kontan (30/3/2021), perkembangan transaksi digital sejatinya sudah mulai masif sejak 2019. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 tren tersebut semakin terakselerasi.

Misalnya saja, transaksi e-commerce  sepanjang 2020 sudah menembus Rp 253 triliun. Angka tersebut naik sebesar 23,11% dari posisi akhir 2019 yang mencapai Rp 205,5 triliun. BI juga memproyeksikan bahwa, tren belanja di e-commerce akan semakin tinggi pada 2021 dan nilainya ditaksir bisa mencapai Rp 337 triliun atau naik 33,2% year on year (yoy).

Peningkatan transaksi digital juga terjadi pada penggunaan uang elektronik yang kian jumbo. BI mencatat total transaksi uang elektronik telah mencapai Rp 201 triliun di akhir 2020, tumbuh sekitar 38,42% dalam satu tahun.

BI juga meramal transaksi atau penggunaan uang elektronik tersebut masih bisa tumbuh setara dengan tahun lalu atau pada kisaran 32,3% dengan nilai menembus Rp 266 triliun di akhir 2021.

Kedua hal itu praktis turut memicu transaksi perbankan digital alias digital banking. Menurut catatan BI, sampai dengan penghujung tahun 2020 total transaksi digital banking sudah menembus Rp 27.036 triliun.

Bank Indonesia ke depan akan terus mendorong tren pembayaran digital. Antara lain melalui pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital seperti perluasan akseptasi QRIS melalui QRIS Customer Presented mode (CPM) serta penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran dalam e-commerce.

Besarnya kue digital banking ini juga yang membuat banyak bank yang berlomba untuk mendirikan bank digital. Alhasil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menggodok kebijakan baru mengenai bank umum dan aturan main bank digital di Tanah Air.

Sumber Selular.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *