Epic Games bongkar email ke Tim Cook 6 tahun lalu

  • Bagikan

Dalam email yang dikirimkan CEO Epic Games, Tim Sweeney ke CEO Apple pada 2015, ternyata Epic meminta keterbukaan Apple untuk instalasi pihak ketiga di perangkat berbasis iOS.

Lagi-lagi persaingan antara Epic Games dan Apple memanas. Kali ini, giliran email yang dikirim oleh CEO Epic Games kepada Apple beberapa tahun lalu mencuat sebagai bagian dari tuntutan “antitrust” untuk perusahaan tersebut.

The Verge (5/5) melaporkan, email tersebut dikirimkan CEO Epic Games, Tim Sweeney langsung ke email pribadi CEO Apple, Tim Cook pada 2015. Isi email tersebut adalah meminta Apple untuk membuka kesempatan toko aplikasi lain untuk hadir di perangkat mereka.

“App Store telah melakukan banyak hal baik untuk industri, tetapi tampaknya Apple tidak dapat dipertahankan untuk menjadi satu-satunya penengah ekspresi dan perdagangan atas platform aplikasi yang mendekati satu miliar pengguna,” tulis Sweeney dalam email dengan subjek ‘iOS sebagai platform terbuka’ tersebut.

Secara khusus, Sweeney meminta untuk memisahkan kurasi App Store iOS dari tinjauan kepatuhan dan distribusi aplikasi, yang pada dasarnya menyarankan Apple dapat mempertahankan fitur keamanannya di seluruh platform tanpa mengubah arah semua unduhan melalui App Store.

Tapi seperti diketahui, Apple berpendapat bahwa eksklusivitas App Store diperlukan untuk menjaga fitur keamanan dan privasi yang ada di iOS. Ini adalah bagian dari proses kepatuhan yang dirujuk oleh Sweeney di email, dan ekosistem lain telah berhasil menerapkannya di beberapa toko aplikasi.

Cook hanya menanggapi email yang dikirimkan Sweeney dengan meneruskan email tersebut ke Phil Schiller dengan pertanyaan: “Apakah ini orang yang ada di salah satu sesi latihan kita?”.

Baru-baru ini, Google memperkenalkan sistem serupa di Android dengan nama Play Protect, melindungi dari unduhan berbahaya bahkan dari perangkat lunak yang dipasang tanpa Play Store.

Email lain menunjukkan Sweeney terus mendorong Apple, meminta pendiri Epic Mark Rein untuk mendorong pertemuan dengan Greg Joswiak pada Januari 2018. “Jika App Store (dulu) hanyalah cara utama bagi konsumen untuk menginstal perangkat lunak, maka Apple dapat mengkurasi perangkat lunak berkualitas lebih tinggi secara keseluruhan, tanpa bertindak sebagai sensor atas kebebasan berekspresi,” ungkap Sweeney.

Hingga saat ini, masih belum ada pernyataan resmi dari Apple terkait dengan dibukanya email tersebut. 

Sumber Tek.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *