Review NieR Replicant , bukan sebuah remake biasa

  • Bagikan

Meski merupakan remake dari NieR Gestalt, namun banyak faktor baru yang dihadirkan oleh para pengembang di NieR Replicant ini.

Bagi seorang gamer, mengikuti semua gim yang ada memang bukan sebuah perihal mudah. Sebab, setiap tahun selalu ada gim baru yang membuat kita pusing untuk memilih gim mana saja yang ingin kita mainkan.

Sedari kecil, saya lebih memilih untuk bermain gim dengan genre balapan dan tidak terlalu fokus ke genre lain. Bukan karena saya memang tidak suka genre lain, tapi memang orang tua saya kala itu tidak mengizinkan bermain gim dengan genre RPG karena dianggap memiliki banyak kekerasan di dalamnya.

Tapi, setelah saya lulus kuliah dan dapat mencari uang sendiri, saya mulai mengeksplorasi gim-gim genre baru, terutama JRPG. Hal itu dikarenakan saya sudah sangat tertarik memainkan genre tersebut semenjak masih berlangganan majalah Hotgame.

Hingga pada akhirnya pada 2017, saya jatuh cinta dengan salah satu gim JRPG milik Capcom dan Cavia, yakni NieR Automata. Dosa terbesar saya adalah tidak mencari tahu apakah gim NieR lainnya memiliki kekuatan magis yang sama dengan gim tersebut.

Untuk menebus dosa tersebut, saya pun pada akhirnya mencoba untuk memainkan gim terbaru NieR, tepatnya NieR Replicant. Saya langsung memainkan gim tersebut untuk mengobati rasa penasaran saya.

Untuk ulasan kali ini saya menggunakan NieR Replicant Ver. 1.22474487139 dan memainkannya di perangkat PlayStation 5. Tapi, gim ini diluncurkan untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC.

Sebelum memainkan NieR Replicant Ver. 1.22474487139, saya pun mencari tahu latar belakang dari pembuatan gim ini. Ternyata, ini merupakan remake plus dari gim yang telah diluncurkan pada 2010 lalu yang bernama NieR Gestalt.

Kenapa disebut remake plus? Ternyata, Game Director dari NieR Replicant ini bukan hanya melakukan upgrade dari sisi grafis saja. Melainkan ada beberapa penambahan fitur yang dapat digunakan di dalam gim.

Arah jalan cerita dari NieR Replicant ini adalah berada di timeline sebelum NieR Automata. Jadi, kalian tidak akan menemukan monster berbentuk robot saat memainkan gim ini, dan lebih memiliki kesan di abad pertengahan.

Kita juga akan lebih banyak bermain-main dengan sihir saat mencoba menamatkan gim ini. Selain itu, pedang atau pisau akan menjadi teman terbaik kita selama memainkan gim ini, setidaknya sampai kita bertemu dengan teman sejawat yang nantinya akan ikut dalam perjalanan kita.

Jalan cerita dari gim ini adalah kita menjadi karakter protagonis laki-laki yang memiliki nama apapun yang kita pilih saat memulai gim ini. Kita harus mencari cara untuk menyembuhkan adik perempuan kita yang bernama Yonah yang terkena penyakit bernama Black Scroll.

Oh iya, saya tidak akan memberikan spoiler jalan cerita dari gim ini. Saya hanya akan memberikan sedikit poin penting dalam ulasan ini. Jadi kalian tidak perlu khawatir membaca ulasan ini.

Selain Yonah, ada beberapa karakter lain yang akan sering kita temui di gim ini. Dan seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, akan ada beberapa karakter lain yang akan mengikuti kita selama bermain gim ini.

Karakter pertama adalah kita akan bertemu dengan sebuah buku sihir “Grimoar” yang bernama Weiss. Dia pun memiliki julukan tersendiri, yakni White Book. Kita akan bertemu dengan karakter ini di sekitar 20 menit perjalanan awal.

Kemudian, kita juga akan bertemu dengan Kainé. Lalu, di pertengahan gim kita juga akan bertemu dengan satu orang lagi yang bernama Emil. Keduanya akan mengikuti kita hingga akhir gim ini.

Dan kalau kalian bertanya, apakah kalian dapat memainkan karakter lain di dalam gim ini, jawabannya bisa. Kalian dapat bermain sebagai karakter Kainé di dalam gim ini, tapi setelah kalian menyelesaikan storyline utama dari gim ini setidaknya satu kali.

Saat kalian mengontrol Kainé, kalian akan mendapatkan jalan cerita dari sudut pandangnya yang juga memiliki jalan cerita yang unik.

Dari sisi jalan cerita utama sendiri, kita memang akan ditawarkan banyak plot yang membuat kita penasaran untuk menamatkan gim ini. Memang, ada cukup banyak pertanyaan yang terjawab saat kita menamatkan gim ini.

Tapi, ada beberapa hal yang tidak terjawab bahkan saat kita menamatkan gim ini. Yah mungkin bakal ada DLC untuk menceritakan hal-hal yang hilang tersebut.

Dari sisi pertarungan, sebenarnya di sini kita dapat dengan mudah menghindari pukulan lawan. Saya sangat jarang memblokir saat melawan musuh, dan lebih suka melakukan barrel roll untuk menghindari serangan.

Kita juga harus mengalahkan banyak shadow (nama musuh dalam gim ini) untuk mendapatkan skill dan lainnya. Tapi, gim ini seperti tidak dirancang untuk memaksa gamer menaikkan level karakter hingga maksimal dan memiliki senjata terbaik untuk menamatkan gim ini.

Healing item dan consumable item lainnya juga dapat dengan mudah ditemui di semua peta. Dan ada satu tips nih buat kalian. Kalau misalnya kalian tidak menemukan item yang kalian cari, kalian bisa kembali ke peta sebelumnya dan masuk kembali ke peta yang ingin dijelajah untuk mengganti item yang ada di peta.

Musuh yang ada di dalam gim ini juga cukup beragam. Kalian akan dapat melihat beberapa macam musuh saat berada di peta. Tak ketinggalan, ada juga beberapa boss unik yang harus kalian lawan.

Dunia dari gim ini juga terdiri dari beberapa kota yang cukup unik. Ada daerah pegunungan, daerah pantai, daerah gurun, dan lainnya. Tapi, yang sedikit membuat saya bosan adalah dikarenakan lokasi yang cukup terbatas dan kita harus kembali ke beberapa kota untuk menjalankan quest yang berbeda, membuat dunia NieR Replicant ini terasa kecil.

Untuk gameplay, sebenarnya ada beberapa fitur-fitur menarik di dalam gim ini. Kita tidak akan hanya mendapatkan POV saja, namun akan ada beberapa angle kamera menarik, seperti top down dan side scrolling.

Hal ini unik, dikarenakan kita bisa bernostalgia dengan memori kita saat bermain gim lawas. Selain itu, terdapat juga banyak puzzle yang harus ditaklukkan untuk dapat menamatkan gim ini.

Bahkan, menurut saya puzzle yang ada di gim ini sangat menantang. Soalnya, di beberapa puzzle kita akan mendapatkan aturan khusus, seperti kita tidak boleh melompat, menggunakan sihir, dan lainnya yang meningkatkan kesulitan dari gim ini.

Berbicara soal tingkat kesulitan, ada beberapa tingkat kesulitan yang ada di gim ini, yakni easy, normal, dan hard. Untuk ulasan kali ini, saya memainkan gim tersebut di kesulitan normal.

Sedangkan aspek lain yang benar-benar membuat saya dapat menamatkan gim ini pun cukup banyak. Salah satunya adalah narasi suara dari gim ini benar-benar pas menurut saya, terutama jika kalian memainkan gim ini di sound Japan dengan text English.

Saya benar-benar jatuh cinta dengan semua narasi suara yang ada di dalam gim NieR Replicant ini. Hal ini juga berlaku saat saya mencoba mendengarkan gim ini dalam sound English, dimana rasanya cukup memuaskan.

Tak ketinggalan, soundtrack dari gim ini juga sangat enak untuk didengarkan. Keiichi Okabe berhasil membuat lagu opera yang sangat indah, disamping Emi Evans yang dapat mengeksekusi lagu tersebut dengan sempurna.

Sumber Tek.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *